Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath Happy Birthday tickers

Friday, March 1, 2013

naskah drama


Diana, putri cantik dari kerajaan holy palace yang terkenal dengan rambutnya yang indah.  Sayangnya meskipun mukanya berporos cantik tapi hatinya buruk. Ayahnya adalah raja yang bijak, rakyat-rakyatnyapund tunduk kepada raja. Tapi, semenjak putrid Diana kehilangan ibunya yang tercinta, Diana menjadi sangat sombong dan menjengkelkan dan membuat sedikit kehebohan diantara rakyat yang dipimpin oleh ayahnya.
                Suatu saat Diana bersama asistennya berbelanja di toko baju yang cukup terkenal
*di toko*
Diana     : “hemm…ini bagus…saya ambil ini” (sambil menunjuk baju didepannya)
Asisten : “nona saya rasa ini sudah cukup banyak…” (sambil kerepotan membawa belanjaan)
Diana     : “diam! Ini tidak mungkin cukup, saya tidak mungkin memakai barang yang sama dua kali!”
Rakyat1                : “ih norak sekali! Baru pertama kali belanja ya?” (memandang sinis Diana)
Rakyat2                : “tau tuh! Kasian asistennya juga kali!” (berbisik ke rakyat1)
Diana     : “diam rakyat jelata! Kalian yang baru pertama kali belanja! Kalau mau gossip jangan disini!”
Asisten : “sudah non” (menjatuhkan belanjaan)
Diana     : “heeh! Siapa suruh menjatuhkannya? Nanti rusak lagi! Cepat ambil lagi”
                Ayah Diana bukannya tidak mendengar isu-isu tentang sikap negative anaknya. Tapi, raja terlalu sibuk dengan pekerjaan keraannya.
                Suatu saat rakyat-rakyat yang sudah merasa sangat jengkel membuat perundingan agar dapat memberi pelajaran ke putri Diana. Sehingga mereka bekerja sama dengan asisten putri.
Rakyat1: “asistennya putri!”
Asisten : (celinga-celingu) “siapa kau?”
Rakyat2: “kami ingin melakukan perundingan denganmu”
Asisten : “perundingan tentang apa?”
                Pada awalnya asisten ragu untuk bekerja sama, tapi diapun mepertimbangkan lagi dengan bijaksana. Ia juga turut berpikir tentang masa depan putri jika tidak dikasih tindakan yang membuat sikapnya berubah.
                Esok harinya, asistenpun menjalankan rencananya.
Asisten : “nona, anda sudah dengar kalau ada anak perdana mentri kerajaan tetangga yang pindah
    dipinggiran kota?”
Diana     : “benarkah? Bagaimana mukanya?”
Asisten : “kata penduduk sekitar sih lumayan tampan”
Diana     : “benarkah? Kau tau alamatnya?”
Asisten                 : “aku tidak tau, tapi ibu steven tau”
Diana     : “yasudah cepat kau tanyakan padanya!”
Asisten : “entahlah putri, tapi aku rasa anda lebih baik menanyakan langsung padanya”
Diana     : “memangnya kenapa?”
Asisten : “aku akan izin 3 hari mulai nanti sore, orang tua ku sakit”
Diana     : “baiklah”
                Putripun langsung pergi ke rumah ibu steve.
Diana     : (mengetuk pintu)
Ibu         : “ya masuk…”
Diana     : (masuk dengan bersemangat)
Ibu         : “hah..” (terkejut dan langsung memberi hormat ke putri)
Diana     : “ibu steven! Kau tau alamat anak mentri yang baru pindah itukan?”
Ibu         : “ohh dia, iya ibu tau”
Diana     : “cepat beri tau aku!”
Ibu         : “sabar…, ini” (mengacungkan kertas)
Diana     : “makasih ibu steve!”
Ibu         : “tapi ingat putri, jika anda ingin kesana harus jalan kaki”
Diana     : “memangnya kenapa kalau pakai kereta kuda?”
Ibu         : “itu akan mengganggunya, dan lebih baik anda pergi sendiri”
                Karena putri terlalu bersemangat, tanpa pikir panjang putri langsung pergi ke alamat yang diberikan ibu steven. Dia pun mulai berjalan dari rumah ibu steven.
Diana     : “huh masih jauh, aku haus lagi, mana ada café di pelosok sini! Lain waktu aku akan buat
                    peraturan tentang ketersediaan café di desa”
penjual : “minum…minum”
Diana     : “mba tunggu”
Penjual : “ya, ada yang bisa saya bantu?”
Diana     : “pasti lah! Aku ingin minuman cepat!”
Penjual : “anda mau apa?”
Diana     : “apa saja lah!”
Penjual : “memangnya anda mau kemana?”
Diana     : (menyodorkan kertas berisi alamat)
Penjual : “wow…jauh sekali”
Diana     : “memangnya kenapa?”
Penjual : “tidak apa, tapi saya saran kan anda meminum in agar energy anda bertambah”
Diana     : “benarkah? Apa ini bekerja?”
Penjual : “tentu saja”
Diana     : (meminum sampai habis)
Diana     : *uwekh* “apa ini? Pait sekali?”
Penjual : “hahaha, makanya jangan belagu! Biar tau rasa kamu”
 *tiba-tiba ibu steven dan asisten putri muncul*
Diana     : “asisten? Ibu steven? Kenapa ada disini? Apa yang terjadi?” (menahan rasa pahit)
Asisten : “maaf putri”
Penjual : “kalau kau ingin pahitnya hilang, kau haru smeminum obat ini”
Diana     : “sini berikan”
Penjual : “eits tidak semudah itu”
Diana     : “apa? Apa yang harus ku lakukan?”
Penjual : “kau harus mengubah sikapmu, itu menjengkelkan”
Diana     : “baiklah, aslkan kalian ingin enjadi temanku”
Penjual : “baiklah itu urusan gampang”
                Putri dan rakyatnya pun saling membaur, putri menjadi sosok yang di idolakan anak-anak kecil yang tinggal di sekitar kerajaannya. Sang putri pun sangat bahagia sekarang. Jadi meskipun setinggi apapun jabatan atau status kita, kita harus tetap rendah hati. Karena kita sama-sama memakai harta dan rizki dari tuhan, kita sama-sama diciptakan oleh tuhan dari tanah.

TAMAT

No comments:

Post a Comment