hi blogger...
i like to tell my problem actually
i know, it's not good sharing problem but....(idk why)
so, if you are instagramers you should know @fashionfact or @ootdmagazine i really like it...the girl was soooo pretty they look perfect, not too skinny but but too fat
so my problem is.....i never get fat some my friends tell me how lucky i am. but i don't think so, because i look so skinny:( my weight it's just 37kg and my height is 155cm. but i also grateful because i'm healthy and have flat abs;) no need diet
My Blog My Stories
amateur photographer, cooks, writer
Saturday, August 10, 2013
i love backyard
Friday, March 1, 2013
naskah drama
Diana, putri
cantik dari kerajaan holy palace yang terkenal dengan rambutnya yang
indah. Sayangnya meskipun mukanya
berporos cantik tapi hatinya buruk. Ayahnya adalah raja yang bijak,
rakyat-rakyatnyapund tunduk kepada raja. Tapi, semenjak putrid Diana kehilangan
ibunya yang tercinta, Diana menjadi sangat sombong dan menjengkelkan dan
membuat sedikit kehebohan diantara rakyat yang dipimpin oleh ayahnya.
Suatu
saat Diana bersama asistennya berbelanja di toko baju yang cukup terkenal
*di toko*
Diana : “hemm…ini bagus…saya ambil ini” (sambil menunjuk baju
didepannya)
Asisten : “nona saya rasa ini sudah cukup banyak…” (sambil kerepotan membawa
belanjaan)
Diana : “diam! Ini tidak mungkin cukup, saya tidak mungkin memakai
barang yang sama dua kali!”
Rakyat1 : “ih norak sekali! Baru pertama kali belanja ya?”
(memandang sinis Diana)
Rakyat2 : “tau tuh! Kasian asistennya juga kali!” (berbisik
ke rakyat1)
Diana : “diam rakyat jelata! Kalian yang baru pertama kali belanja!
Kalau mau gossip jangan disini!”
Asisten : “sudah non” (menjatuhkan belanjaan)
Diana : “heeh! Siapa suruh menjatuhkannya? Nanti rusak lagi! Cepat
ambil lagi”
Ayah
Diana bukannya tidak mendengar isu-isu tentang sikap negative anaknya. Tapi,
raja terlalu sibuk dengan pekerjaan keraannya.
Suatu
saat rakyat-rakyat yang sudah merasa sangat jengkel membuat perundingan agar
dapat memberi pelajaran ke putri Diana. Sehingga mereka bekerja sama dengan
asisten putri.
Rakyat1: “asistennya putri!”
Asisten : (celinga-celingu) “siapa kau?”
Rakyat2: “kami ingin melakukan
perundingan denganmu”
Asisten : “perundingan tentang apa?”
Pada
awalnya asisten ragu untuk bekerja sama, tapi diapun mepertimbangkan lagi
dengan bijaksana. Ia juga turut berpikir tentang masa depan putri jika tidak
dikasih tindakan yang membuat sikapnya berubah.
Esok
harinya, asistenpun menjalankan rencananya.
Asisten : “nona, anda sudah dengar kalau ada anak perdana mentri kerajaan
tetangga yang pindah
dipinggiran kota?”
Diana : “benarkah? Bagaimana mukanya?”
Asisten : “kata penduduk sekitar sih lumayan tampan”
Diana : “benarkah? Kau tau alamatnya?”
Asisten : “aku tidak tau, tapi ibu steven tau”
Diana : “yasudah cepat kau tanyakan padanya!”
Asisten : “entahlah putri, tapi aku rasa anda lebih baik menanyakan langsung
padanya”
Diana : “memangnya kenapa?”
Asisten : “aku akan izin 3 hari mulai nanti sore, orang tua ku sakit”
Diana : “baiklah”
Putripun
langsung pergi ke rumah ibu steve.
Diana : (mengetuk pintu)
Ibu : “ya masuk…”
Diana : (masuk dengan bersemangat)
Ibu : “hah..” (terkejut dan langsung memberi hormat ke putri)
Diana : “ibu steven! Kau tau alamat anak mentri yang baru pindah
itukan?”
Ibu : “ohh dia, iya ibu tau”
Diana : “cepat beri tau aku!”
Ibu : “sabar…, ini” (mengacungkan kertas)
Diana : “makasih ibu steve!”
Ibu : “tapi ingat putri, jika anda ingin kesana harus jalan
kaki”
Diana : “memangnya kenapa kalau pakai kereta kuda?”
Ibu : “itu akan mengganggunya, dan lebih baik anda pergi
sendiri”
Karena
putri terlalu bersemangat, tanpa pikir panjang putri langsung pergi ke alamat yang
diberikan ibu steven. Dia pun mulai berjalan dari rumah ibu steven.
Diana : “huh masih jauh, aku haus lagi, mana ada café di pelosok sini!
Lain waktu aku akan buat
peraturan tentang ketersediaan café di
desa”
penjual : “minum…minum”
Diana : “mba tunggu”
Penjual : “ya, ada yang bisa saya bantu?”
Diana : “pasti lah! Aku ingin minuman cepat!”
Penjual : “anda mau apa?”
Diana : “apa saja lah!”
Penjual : “memangnya anda mau kemana?”
Diana : (menyodorkan kertas berisi alamat)
Penjual : “wow…jauh sekali”
Diana : “memangnya kenapa?”
Penjual : “tidak apa, tapi saya saran kan anda meminum in agar energy anda
bertambah”
Diana : “benarkah? Apa ini bekerja?”
Penjual : “tentu saja”
Diana : (meminum sampai habis)
Diana : *uwekh* “apa ini? Pait sekali?”
Penjual : “hahaha, makanya jangan belagu! Biar tau rasa kamu”
*tiba-tiba ibu steven dan asisten putri
muncul*
Diana : “asisten? Ibu steven? Kenapa ada disini? Apa yang terjadi?”
(menahan rasa pahit)
Asisten : “maaf putri”
Penjual : “kalau kau ingin pahitnya hilang, kau haru smeminum obat ini”
Diana : “sini berikan”
Penjual : “eits tidak semudah itu”
Diana : “apa? Apa yang harus ku lakukan?”
Penjual : “kau harus mengubah sikapmu, itu menjengkelkan”
Diana : “baiklah, aslkan kalian ingin enjadi temanku”
Penjual : “baiklah itu urusan gampang”
Putri
dan rakyatnya pun saling membaur, putri menjadi sosok yang di idolakan
anak-anak kecil yang tinggal di sekitar kerajaannya. Sang putri pun sangat
bahagia sekarang. Jadi meskipun setinggi apapun jabatan atau status kita, kita
harus tetap rendah hati. Karena kita sama-sama memakai harta dan rizki dari
tuhan, kita sama-sama diciptakan oleh tuhan dari tanah.
TAMAT
Friday, February 1, 2013
sorry...
i'm really sorry, because i can't post how to make diy lampion like what i have promised yesterday, maybe tomorrow i can post it, actually i already made the step, but i need to edit some of the step, andd tomorrow i'll have an exam just wish me luck so i can post the step with the pictures
Thursday, January 31, 2013
Wednesday, January 30, 2013
underestimate
Ternyata ga terjadi
dikalangan remaja doang
Karena gue orangnya sedikit
mengamati sekitar (menurut gue)
Ternyata ga cuma remaja aja
yang ngerasa di injek2 atau pun ga dianggep
Gue sadar ternyata diantara
guru-guru juga ada yang di gituin
Guru-guru honorer diremehin
padahal belom tentu guru yang tetap lebih bener dari honorer
Guru yang berbeda pendapat
juga diabaiin
Guru yang (maaf...)
tampangnya kurang menarik khususnya perempuan
Kenapa gue ngomong gitu?
Yap, karena itu kejadian di
kehidupan gue
Guru yang gue favourite-in,
contohnya, yaoitu guru fisika, Pak Anam dan guru Adm. Pembukuan Bu Sikod
Let's start from Pa Anam
Pa Anam itu ngajar fisika
kelas 8 (tahun lalu, skrg kelas 7) ngajarnya sih bener bangeet! Suka khotbah
yang berguna, ga suka marah, bijak, mementingkan kepentingan bersama, dll yang
penting good things dehh
Tapi sayangnya dia jarang
masuk, itu doang kok! Kalo gue liat-liat dari cerita yang sering dia bagi ke
murid-muridnya, menurut gue banyak guru yang ga suka dia, dan menurut gue
sebabnya karena dia suka nentang kebijakan/kegiatan sekolah yang di bikin
kepsek maupun org lain. Contoh, waktu itu sekolah gue lagi bikin tpt wudhu dan
setiap hari, guru agama gur keliling kelas mintain uang sumbangan teruss, Pa
Anam bilang "sebenernya minta-mintain kayak gitu ga perlu, kan udah ada
dana bos" terus dia nganjurin kelas gue untuk ga usah bayar, yaudah dan
abis Pa Anam ngomong gitu uang yang terkumpul buat tpt wudhu dari kelas gue
hanya rp20.000an
Terus ada lagi, diia protes
tentang upacara dia kan orangnya religius banget yaa, jadi dia bilang ngapain
hormat ke benda mati(bendera)? Terus mengheningkan cipta pake lagu-lagu segala.
Menurut guesih juga gitu, bendera ngapain dihormatin? Toh dia ga hormat balik.
Sama aja kayak kita ngomong sama patung, kita ngomng di ga jawabkan? Dengerin
aja engga. Ga perlu lah kita hormat ke bendera kalo kita akhir2nya ga
menghormati negri kita sendiri, percuma aja setiap hari ngehorm$at ke bendera
tapi jadi pengedar narkoba. Kalo tujuan kita menghormati negara ini, ga harus hormat
ke bendera lahh, kita lakuin terbaik buat negri ini, menaikan nama baik, jangan
lakuin yang gak bermanfaat, bikin negara lain iri sama negri kita! Terus kalo
yang mengheningkan cipta, gue rasa bener juga (karena gue dan guru gue islam)
ngapain mengheningkan cipta pake lagu, kayak orang kristen (maaf kalo
menyinggung) kalo mengheningkan cipta atau berdoa yang penting kushu.
Ada lagi nih, kata Pa Anam,
mending kalo kenaikan kelas, gausah di acak lagi orang2nya, karena itu
mempengaruhi proses belajar, kalo temen2nya udah nyaman ya bearti belajarnya
nyaman juga dong, tapi tau tuh sekolah gue.
Tanda2 yang semakin
menunjukan kalo Pa Anam itu di underestimate itu pas guru fisika gue sekarang
(pa dafit) bilang gini:
Pa dafit: "ga adakan
guru fisika yang catetannya selengkap ini?" *nanya ke gue dan chairmate
gue yang kebetulan(selalu sih sebenernya) duduk di depan meja guru
Gue: "Pa Anam lengkap
juga kok pak"
Pa dafit: "iya? Lengkap
banget kayak gini?"
Gue: "iya"
Pa dafit: "ada
gambar2nya?"
Gue: "ada kok pa,...tapi
kalo contoh soalnya ga ada" *sebenernya gue terpaksa nyerah*
Pa dafit: "ohh"
Kalo engga, ga bakal selesee!
Sebenernya ada contoh soalnya, bahkan ada bukti satuannya. Sebenernya masih
banyak tentang Pa Anam, tapi mending langsung ke bu sikod deh!
Gue baru menyadari pas kelas
9, waktu itu bu sikod ngajarnya agak kelamaan. Sebenernya sih cuma beberapa
menit. Namanya juga ngajar adm, pasti lama. Dan abis pelajaran bu Sikod itu pa
dafit. Dan is pa dafit itu ngomel2 gitu yah mungkin bisa dibilang curhat tentang
bu Sikod gara2 kelamaan ngajar, emang tuh guru ga bisa ngaca, padahal dia
sering banget ngambil jam pelajaran orang lain dan pa dafit itu ngomongnya suka
ngaur, kadang pengen banget dipasanga-pasangin sama guru gue bu Ester/ bu Rofi
(guru yg menurut warga sekolah cantik) padahal pa Dafit tuh udah berkeluarga
dan udah tua
Gue kadang ngerasa ga adil
sama tindakan-tindakan guru sekolah gue. Kalo di mata gue keliatan banget mana
yang jadi kaki-tangan kepsek, mana guru yang netral ataupun cuma sebagai bawahan
biasa. Padahal guru-guru yang netral itulah yang bener, tapi gue ga bilang yang
kaki-tangan kepsek itu ga bener loh ya! Yah kenapasih yaa kita ga bisa
ngehargain orang lain, kita semua sejajar. Sama-sama dibuat dari tanah, tinggal
sama-sama di tanah. Paling ga kali ga mau ngehargain, jangan
nginjek-nginjeklah, belum tentu kita itu sebaik/sehebat yang kita kira. Tuhan
kasih kelemahan beserta kelebihannya ke kita. Sebenernya sih kayak lirik
lagunya Taylor Swift yang ours "people throw rocks at things that shine"
•maaf kalo ada kata-kata yang kasar atau susah diterima
di hati.
Cuma penyampaian pendapat,
cuma mau nyadarin diri kita aja
Ini semua menurut lensa mata
gue doang, belom tentu sama kayak sudut pandang kalian
mereka guru-guru idola &
kesayangan gue maklum dong gue ngebela mereka, sama aja kayak directioners yang
ngebela Harry tapi ngeolok Taylor, begitupun sebaliknya dengan Swifties, tapi
gue berusaha ga ngeolok-olok siapapun :)
Wednesday, January 23, 2013
around me... arrogant, ignorance, and greedy
people around me...
is this what they called city live?
people don't care about what's happen to each other
even when they besides them
can they just give little respect?
it just happened to me this day
i just asked what's happen, then she said that she didn't know.
moreover, she is besides the people who got the trouble
the people just concerned themself
they just think "the world is mine"
can they just remember the other?
they show their fakeness in front of us and hide behind us
in little city, people always says greeting
why we big city's people can't?
(sorry for bad english)
is this what they called city live?
people don't care about what's happen to each other
even when they besides them
can they just give little respect?
it just happened to me this day
i just asked what's happen, then she said that she didn't know.
moreover, she is besides the people who got the trouble
the people just concerned themself
they just think "the world is mine"
can they just remember the other?
they show their fakeness in front of us and hide behind us
in little city, people always says greeting
why we big city's people can't?
(sorry for bad english)
Subscribe to:
Posts (Atom)

